Tentang Kami


Who We Are

Didirikan pada tahun 1962, Misi Logam Jawa adalah menjadi salah satu pemimpin dalam industri peralatan masak dan rumah tangga. Logam Jawa akan terus berinovasi dan menerapkan kontrol kualitas yang ketat dalam setiap elemen produksi untuk memastikan konsumen setia akan selalu mendapatkan produk yang berkualitas dengan bahan terbaik.

Menghadirkan kepuasan pada konsumen dan memberikan layanan berkualitas dunia, Logam Jawa berusaha memanfaatkan setiap peluang untuk menyediakan produk dan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen saat ini dan juga mengantisipasi kebutuhan konsumen di masa yang akan datang.

Dalam hal layanan penjualan, produk-produk dari Logam Jawa bisa didapatkan melalui distributor resmi, retail moderen juga toko peralatan masak dan rumah tangga yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Logam Jawa berkomitmen dan berusaha keras untuk menyediakan produk-produk berkualitas langsung kepada konsumen.

Sejarah Maspion

Maspion Group 1962

Maspion merupakan salah satu produk yang legendaris di Indonesia. Orang-orang Indonesia akan mengingat iklan seorang laki-laki blasteran Tionghoa-Indonesia, bernama Alim Markus, bersama artis Titiek Puspa dengan taglinenya: “Cintailah produk-produk Indonesia.”

Tidak ada yang salah dengan ucapan itu, karena memang produk-produk Maspion diproduksi di Indonesia. Sejarah Maspion, boleh dibilang termasuk juga sejarah industri Indonesia.

Pada tahun 1965, Alim Markus, yang belum berusia 15 tahun, keluar dari bangku SMP di Chiauw Chung. Sebagai anak tertua beliau tidak hanya bekerja keras, tapi juga belajar berpikir keras. Beliau membantu usaha ayahnya di tahun-tahun yang tidak bagus bagi dunia usaha itu. Ayahnya, Alim Husin, punya bengkel kecil di Surabaya.

Usaha tersebut dimulai sejak awal 1960an. Selain membuat alat rumah tangga, Alim Husin juga “membuka toko One Man Show dengan memberikan jasa perbaikan pompa air tangan dan lampu petromak.” Alat-alat yang dibuat Alim Husin antara lain: ayakan, ember, pelat besi, kompor, cangkir, piring, panci dan semua perkakas yang terbuat dari logam.

Meski tak sekolah, Alim Markus tetap belajar bahasa Inggris, Cina, Jepang juga Akuntansi. Beliau juga belajar bahasa Jerman dan Korea. Selain itu, Alim Markus ikut kursus manajemen di Pan Pasific Management di Taiwan dan kursus singkat di sekolah bisnis National University of Singapore (NUS) Singapura.

Ketika pintu investasi asing mulai dibuka di Indonesia, dunia usaha terlihat menggeliat lagi. Alim Markus yang sudah berusia 20 tahun, mulai serius terjun ke bisnis bersama ayahnya. Anak-Bapak itu mendirikan perusahaan baru. Nama Tionghoanya: Jin Feng (Puncak Emas). Namun, perusahaan itu akhirnya dikenal sebagai Maspion. Nama itu adalah akronim dari Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional.

Spin now to get amazing prize

  • There's no cheating
  • 1 spin per email
  • Just enter email and spin
Try Your Lucky